Membangun Karakter Anak Sejak Dini

Membentuk Karakter Anak Sejak Usia Dini

Oleh: Zahra Haidar

Anak saleh

yang cerdas dan berakhlak mulia adalah dambaan setiap orang tua.

Bagaimanakah cara membentuk karakter anak yang saleh & salihah?

Pembentukan karakter anak harus dilakukan sejak dini,

bahkan sebelum anak dilahirkan ke dunia.

Karena pada saat itulah jiwa dan tulang-belulangnya dibentuk, darahnya dibuat, dan jiwanya dikembangkan

 

Salah satu anugrah dari pernikahan adalah hadirnya seorang anak sebagai penerus keturunan. ”Anak adalah perhiasan kehidupan dunia.” (QS. Al-Kahfi : 46).

Anak, penghibur hati dan penenang jiwa (QS. Al Furqan : 74).

Kita patut bersyukur atas nikmat Allah yang dititipkannya melalui anak-anak kita. Rasa syukur itu kita wujudkan dengan mengasuh dan mendidik mereka berlandaskan fitrah dan kasih sayang.

Lahirnya seorang anak manusia merupakan sebuah peristiwa yang sangat penting, karena mereka akan menjadi khalifah di atas permukaan bumi. Mereka adalah tunas-tunas bangsa yang perlu dipersiapkan semenjak dini agar menjadi generasi tangguh yang berguna bagi orang tua, bangsa, dan negara.

 

Membangun Karakter Anak Adalah Kewajiban Orang Tua

Seorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya, ” Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?” Nabi Saw menjawab, “Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatirnu).” (HR. Aththusi).

 

Anak adalah Amanah dari Tuhan yang Wajib Kita Jaga

”Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS.An-Nisaa’ :9)

 

Keturunan yang baik dipersiapkan jauh sebelum anak dilahirkan, yaitu sejak pemilihan pasangan hidup, pada saat proses pembuahan, saat janin dalam kandungan dan ketika anak telah dilahirkan.

 

Pemilihan Pasangan Hidup

Pilihlah wanita-wanita yang akan melahirkan anak-anakmu dan nikahilah wanita yang sekufu (sederajat) dan nikahlah dengan mereka.(HR. Ibnu Majah, Al Hakim, dan Al Baihaqi)

 

Dalam membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, pemilihan pasangan hidup memegang peran yang utama. Oleh karena itu kita harus selektif dalam memilih pasangan hidup. Hendaknya dipikirkan secara matang sebelum menentukan pilihan karena tingkah laku dan watak orang tua akan berpengaruh pada karakter anaknya.

Ada empat dasar dalam menentukan siapa yang layak untuk dipilih menjadi pasangan hidup, yakni kekayaan, keelokan, keturunan serta akhlak dan agama. Islam menuntun kita agar memilih pasangan hidup berdasar agama dan akhlaknya.

“Wahai Tuhan kami! Karuniakanlah kepada kami istri dan keturunan yang menjadi cahaya mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang memelihara dirinya (dari kejahatan).” (Q.S. Al-Furqaan:74)

 

Hubungan Suami Istri

Hubungan suami istri yang menjadi proses awal lahirnya seorang anak ke dunia, ikut mempengaruhi karakter anak yang akan dilahirkan. Proses tersebut bukan hanya proses biologis sebagai pemuas nafsu belaka, melainkan harus dilandasi  hubungan cinta kasih yang suci dan kasih sayang. Di antara hal-hal yang hendaknya dilakukan sebelum melakukan hubungan suami istri ialah berwudhu atau dalam keadaan suci, menyebut nama Allah SWT dan berdoa untuk mencegah campur tangan syetan.

 

Masa Kehamilan

Kehamilan merupakan suatu anugerah dari Allah yang patut disyukuri. Watak dan kepribadian anak sudah terbentuksejak janin berada dalam kandungan.

Kondisi mental ibu serta perlakuan orang tua terhadap janin dalam kandungan memberikan pengaruh pada perkembangan fisik dan mental anak. Banyak cara mudah, menarik dan praktis untuk mendidik anak dalam kandungan. Misalnya dengan penghargaan melalui ucapan, jika bayi bergerak ibu berkata, “Alhamdulillah bayiku sehat dan lincah.”

Apa yang harus dilakukan oleh seorang wanita (calon ibu) yang sedang mengandung?

  • Memperbanyak ibadah
  • Memanjatkan doa untuk menanamkan harapan atas janin yang dikandung
  • Memperbanyak baca shalawat dan dzikir
  • Rajin membaca Al Quran dan memperdengarkan alunan ayat-ayat suci Al Quran
  • Senantiasa menjaga lisan dan mengucapkan kata-kata yang baik (kalimat thayibah)
  • Ikhlas dan bertawakal kepada Allah
  • Menjaga emosi  dan bersabar, ikhlas dalam menghadapi cobaan dan bertawakal kepada Allah (emosi yang buruk dapat mempengaruhi kondisi janin dalam kandungan)
  • Melakukan kegiatan atau amalan-amalan yang baik
  • Mengajak janin bercakap-cakap sambil mengelus lembut perut ibu

 

Kemampuan ibu mengendalikan emosi dan sabar pada saat mengandung merupakan tarbiyah tersendiri yang berpengaruh positif pada janin.

Sejak usia kandungan 12 minggu, otak janin mampu merekam segala hal yang dirangsangkan padanya. Segala yang terekam akan tersimpan dan tertanam kuat dalam memori. Menurut hasil penelitian memperdengarkan bacaan-bacaan Al Quran dan  alunan musik yang indah dapat merangsang kecerdasan bayi dan membuat ibu dan bayi lebih tenang. Memperdengarkan ayat suci Al Quran juga  dapat menanamkan nilai-nilai dasar keimanan yang InsyaAllah dapat mengakar kuat dalam diri anak.

Membangun Karakter di Masa Awal Kelahiran

Lengking tangis seorang anak menandai kelahirannya ke dunia. Sejak saat itulah seorang anak dapat menyerap secara langsung hal-hal yang ada di sekitarnya. Suara-suara, sentuhan, suasana terang atau temaram ruangan, dan segala hal yang dapat ditangkap oleh inderanya akan diserap olehnya. Dia lahir bagaikan kertas putih, inilah detik-detik pertama kita mewarnai kehidupannya. Sejak detik ini dan hari-hari berikutnya adalah masa-masa penting dalam pembentukan karakter seorang anak. Itulah sebabnya Islam mengajarkan untuk membisikkan suara adzan di telinga bayi yang baru lahir. Suara takbir yang didengar merupakan landasan keimanan yang akan membentuk karakter seorang anak. Hendaknya hal ini diikuti dengan memberikan tuntunan-tuntunan yang baik pada masa-masa selanjutnya.

 

Kelahiran seorang anak merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang tua. Perlakuan Apa yang harus dilakukan dalam menyambut sang buah hati?

  • Mempersiapkan nama yang baik

Nama yang baik merupakan doa dan pengharapan serta membantu membentuk kepribadian seorang anak.

  • Membacakan adzan di telinga kanan bayi dan iqamah ditelinga kirinya (sunah). Adzan yang dilantunkan ke telinga bayi baru lahir, memiliki arti penting dalam menanamkan nilai keimanan sejak bayi hadir ke dunia. Adzan berisi kalimat takbir, tauhid, ikrar syahadat, serta seruan untuk ibadah dan mencapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.
  • Aqiqah yaitu penyembelihan kambing, dua ekor untuk anak laki-laki dan seekor untuk anak perempuan. Aqiqah sebagai perwujudan rasa syukur, biasanya dilakukan pada hari ke tujuh. Bersamaan dengan aqiqah dan pemberian nama ini, disunatkan pula untuk mencukur rambut bayi.

 

Air Susu Ibu (ASI) Mempengaruhi Karakter Anak

Selain mengandung zat-zat yang dapat meningkatkan kecerdasan seorang anak, ASI juga memberikan kedekatan emosional yang dapat mempengaruhi perkembangan karakter anak. Berikan hanya ASI pada enam bulan pertama, lanjutkan masa penyusuan sampai dua tahun dengan pemberian makanan tambahan. Allah memberi kemuliaan dan mengangkat derajat serta memberi pahala bagi para ibu yang sedang hamil dan menyusui bagaikan pejuang yang sedang berperang di jalan Allah:

Wanita yang sedang hamil dan menyusui sampai habis masa menyusuinya seperti pejuang di garis depan fi sabililah…. (HR Thabrani)”


Pengaruh Makanan Pada Pembentukan Karakter Anak

Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh akan menjadi nutrisi yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan jiwa seorang anak. Oleh karena itu pembiasaan-pembiasaan yang baik tentang pola makan dan etika makan perlu dilakukan sejak anak usia dini.

Tips praktis:

  • Berikan anak makanan yang halal dan diperoleh dari rizki yang halal
  • Biasakan mereka adab tata cara makan yang baik, seperti berdoa sebelum makan dan mengucap syukur atas rizki pemberian Allah.
  • Jangan biasakan anak membuang-buang makanan.
  • Biasakan mereka makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang.
  • Jangan memberikan makanan dengan cara memaksa anak, misalnya menjejalkan pada mulutnya. Cara-cara pemaksaan seperti ini tanpa disadari dapat mempengaruhi karakter dan kepribadian anak, seperti anak menjadi kasar dan temperamental.
  • Orang tua perlu memberikan makanan bergizi  seimbang agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
  • Perkenalkan anak pada makanan alami seperti sayur, buah, daging dan ikan.
  • Hindarkan anak dari makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya (makanan/jajanan yang berbahan pengawet, dengan tambahan zat aditif warna, rasa, dsb.)
  • Biasakan anak untuk berbagi, memberi makanan pada orang yang sedang membutuhkan.

 

Pendidikan Anak Usia Dini

Bagaikan seorang pemahat, di usia ini orang tua dapat memberikan sentuhan-sentuhan yang dapat memperindah pertumbuhan dan perkembangan kepribadiannya. Seperti kata pepatah Arab, “Belajar diwaktu kecil bagai mengukir di atas batu, meskipun sulit tetapi akan membekas selamanya.

 

”Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang kubur” (Al Hadits).

 

Pendidikan perlu dilakukan sejak anak usia dini. Mendidik anak usia dini dilakukan dengan cara bermain untuk mendorong rasa ingin tahu, menumbuhkan kecerdasan, menanamkan nilai-nilai  moral dan keagamaan, serta mengembangkan bakat dan keterampilannya.

 

Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak

Orang tua adalah pendidik utama, pertama, dan terbaik untuk anak. Sebaik apapun pendidikan di luar, tidak akan dapat menggantikan peran orang tua sebagai pengasuh sekaligus pendidik bagi anak. Jika anak diberi gizi yang cukup, limpahan kasih sayang serta kesempatan bermain sambil belajar, maka pertumbuhan dan perkembangannya akan optimal. Orangtua juga merupakan tokoh utama yang dapat menjadi teladan bagi anak. Karena rumah dan keluarga adalah yang paling bertanggung jawab dalam membentuk anak sesuai harapan.

Tips Praktis

  • Orang tua hendaknya selalu menciptakan dan menempatkan anak pada lingkungan yang kondusif sesuai dengan karakter yang diharapkan. Orang tua yang ingin anaknya selalu menjaga kebersihan, harus senantiasa menciptakan lingkungan yang bersih dan membiasakan anak berperan serta untuk menjaga kebersihan. Orang tua yang ingin anaknya berbudi pekerti halus tak perlu berbicara dengan cara berteriak pada anaknya. Demikian pula untuk hal-hal lain yang diharapkan oleh orang tua pada anaknya.
  • Apapun kesibukan dan kondisi orang tua pendidikan dan pengasuhan anak harus menjadi perhatian utama.
  • Orang tua dapat menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik agar anak dapat tumbuh sebagai pribadi yang berakhlak mulia sebagaimana harapan orang tua.

 

Lingkungan Sangat Berpengaruh Bagi Perkembangan Anak

Anak manusia yang dibesarkan oleh sekumpulan srigala akan berperilaku seperti srigala. Karakter anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan karena anak belajar dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Anak cenderung meniru dan mencontoh segala yang dilihat dan didengarnya baik secara langsung maupun tak langsung. Beri anak keteladanan dengan selalu menjaga kata-kata dan tindakan.

Pastikan anak selalu berada pada lingkungan yang baik dan hindarkan dari tayangan televisi yang tidak mendidik maupun hal-hal lain yang dapat memberikan pengaruh buruk pada kepribadiannya.

 

Menanamkan Nilai Keimanan Sejak Dini

Anak-anak yang baru lahir dalam keadaan suci, kedua orang tuanyalah yang mendidiknya menjadi anak-anak seperti yang diharapkan. Nilai-nilai keimanan yang diajarkan oleh orang tua semenjak usia dini akan terpatri pada diri anak hingga dewasa sehingga kelak tak mudah terbawa oleh godaan yang menyesatkan. Warnailah kalbu putra-putri anda yang masih putih bersih dengan cahaya keimanan agar kelak tumbuh menjadi manusia yang berguna bagi orang tua, bangsa, dan agama.

 

Pendidikan Iman dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku  sesuai dengan nilai-nilai islami sejak dini sebatas kemampuan anak.

Tips Praktis:

  • Senantiasa hadirkan nuansa Islami dalam keluarga.
  • Anak belajar dengan meniru orang-orang di sekitarnya. Berikan teladan yang baik  pada anak (melihat orang tua melakukan ibadah, beramal, dsb).
  • Ajaklah anak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan sesuai kemampuan mereka (berdoa, mengikuti gerakan sholat, dsb.)
  • Biasakan  anak membaca Al Quran setiap hari sebatas kemampuannya.
  • Ceritakan pada anak isi dan kandungan Al Quran secara sederhana sesuai batas kemampuannya (banyak cerita-cerita berisi keteladanan dalam Al Quran yang menarik untuk diceritakan pada anak)
  • Biasakan anak berzikir dan mengucapkan kalimat thayibah.
  • Ajarkan anak untuk mengenal dan mencintai Allah, Nabi dan Rasulnya
  • Ajarkan anak untuk menyayangi sesama dan makhluk ciptaan-Nya. Biasakan mereka untuk bersikap santun dan berakhlakul karimah.
  • Ajaklah anak bersadaqah dan melakukan amalan-amalan yang disukai Allah.
  • Ajari anak untuk menjauhi larangan Allah, seperti berbohong, dsb.
  • Senantiasa doakan anak agar menjadi anak shaleh dan mendapat hidayah dari Allah SWT.
  • dst

Kenalkanlah anak pada Al’Quran dan tafsirnya sejak dini dengan cara yang kreatif dan menyenangkan “

Hindari Melakukan Pemaksaan dan Kekerasan pada Anak

Orang tua selalu menginginkan yang terbaik bagi anaknya, namun bukan berarti orangtua dapat memaksakan keinginannya kepada anak. Terlalu banyak larangan menyebabkan anak dihantui ketakutan, stres, was-was, dan kurang percaya diri. Bila berkelanjutan, lama kelamaan anak akan mengalami penurunan  konsentrasi, emosi tidak stabil, kemampuan berbahasa yang lambat, kemampuan mengingat dan memecahkan masalah menurun, yang pada akhirnya anak akan mengalami kegagalan.

Tips Praktis:

  • Beri pengertian kepada anak tentang hal yang baik dan buruk
  • Tunjukkan kepada anak resiko-resiko bila melakukan hal yang tidak baik
  • Beri anak pilihan dan kepercayaan
  • Apresiasi dan pernghargaan terhadap  anak dapat menumbuhkembangkan kepribadiannya.

 

Pembentukan karakter anak dapat dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan yang baik dengan cara kasih sayang

 

Menghindari Kebiasaan Buruk

Hal-hal tidak baik yang dilakukan anak, bila dibiarkan akan menjadi kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan.  Jangan pernah lengah dalam mendidik anak.

Pada umumnya orang tua merasa tenang bekerja karena melihat anaknya duduk manis di depan televisi atau bermain game sejenis play station, tanpa disadari hal tersebut berakibat buruk dan dapat membahayakan anak. Kerugiannya antara lain dapat merusak kesehatan mata, postur tubuh, mental, membuat anak menjadi malas, kehilangan kepekaan social, dll.

Hindari kebiasaan menonton TV, bermain game dan komputer terus-menerus tanpa control orang tua. Bila anak sudah kecanduan orang tua akan sulit mengubah kebiasaannya!

Mencegah dan menjauhkan anak dari hal-hal yang tidak kita kehendaki akan lebih mudah daripada memaksa anak untuk meninggalkan hal-hal yang sudah terlanjur menjadi kebiasaan buruknya

(Disarikan dari buku: Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini, oleh Zahra Haidar. Edisi lengkap dalam bentuk ebook dilengkapi tips-tips praktis dan gambar-gambar menarik dapat diperoleh dengan cara menghubungi kami.)

 

One thought on “Membangun Karakter Anak Sejak Dini”

  1. artikel ini bagus banget terutama bg orang tua yang ingin menmdidik anaknya agar anaknya menjadi seperti yang semua orang tua dambakan……

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s